" nama ustad " : " < b > ust . ahmad sarwat , lc . , ma < / b > " , " judul " : " < h3 > menjama maghrib dan isya saat summer di austria < / h3 > " , " isi " :[ " ustadz , yang allah mulia . " , " saya adalah orang mahasiswa yang sedang lanjut study di austria . adapun yang ingin saya tanya , adalah tentang men - jama sholat maghrib dan isya ketika waktu summer . yang kami khawatir di sini adalah ketika sedang puncak summer , waktu maghrib di austria bisa mulai sekitar pukul 21 , sedang isya bisa sekitar pukul 23 . 30 . adapun yang cukup berat adalah waktu subuh adalah sekitar pukul 02 . 00 dengan sunrise ( matahari terbit ) adalah 1 atau 2 jam kemudian . " , " bagai akibat , terus terang saja kami di sini sering bablas waktu isya atau subuh karena , waktu tidur yang sangat pendek . " , " yang tarik adalah biasa beberapa saudara kita dari turkey yang tarik waktu isya demikian rupa sehingga dekat maghrib dan ada yang menjamanya dengan alas takut lupa , bahkan orang rekan saya dari aljazair malah kata bahwa ada ijtihad yang nyata bahwa untuk ada seperti itu , waktu isya bisa asumsi sekitar 1 atau 1 , 5 jam telah kita laksana maghrib . " , " untuk itu saya tanya apakah ada dalil yang bisa boleh kita untuk laku jama maghrib dan isya untuk waktu puncak summer seperti yang saya maksud di atas ? " , " terimakasih , " ] , " jawaban0 " :[ ] , " jawaban1 " :[ " tue 13 may 2008 01 : 07  " , "  5 . 556 views  n " , " n " , " n " , " ustadz , yang allah mulia . " , " saya adalah orang mahasiswa yang sedang lanjut study di austria . adapun yang ingin saya tanya , adalah tentang men - jama sholat maghrib dan isya ketika waktu summer . yang kami khawatir di sini adalah ketika sedang puncak summer , waktu maghrib di austria bisa mulai sekitar pukul 21 , sedang isya bisa sekitar pukul 23 . 30 . adapun yang cukup berat adalah waktu subuh adalah sekitar pukul 02 . 00 dengan sunrise ( matahari terbit ) adalah 1 atau 2 jam kemudian . " , " bagai akibat , terus terang saja kami di sini sering bablas waktu isya atau subuh karena , waktu tidur yang sangat pendek . " , " yang tarik adalah biasa beberapa saudara kita dari turkey yang tarik waktu isya demikian rupa sehingga dekat maghrib dan ada yang menjamanya dengan alas takut lupa , bahkan orang rekan saya dari aljazair malah kata bahwa ada ijtihad yang nyata bahwa untuk ada seperti itu , waktu isya bisa asumsi sekitar 1 atau 1 , 5 jam telah kita laksana maghrib . " , " untuk itu saya tanya apakah ada dalil yang bisa boleh kita untuk laku jama maghrib dan isya untuk waktu puncak summer seperti yang saya maksud di atas ? " , " terimakasih , " , " n " , " memang bila kita tinggal di wilayah yang agak jauh dari garis khatulistiwa , urus waktu shalat dan puasa seringkali agak repot . benar sih bukan repot , tapi karena kita memang asal dari indonesia yang lalu garis itu , begitu kita tinggal di negeri yang jauh dari garis itu , rasa agak repot . " , " barangkali buat mereka yang sejak lahir atau tidak sudah lama tinggal di negeri seperti itu , sudah biasa dan tidak ada kendala . sebab biasa manusia bisa sesuai diri dengan alam dan lingkung . " , " contoh sederhana adalah biasa kita di indonesia yang umum tidak mau shalat kalau bukan di masjid , mushalla atau rumah kita sendiri . jarang kita lihat ada orang shalat di trotoar atau di pinggir jalan . padahal cara hukum syariah , semua tanah di atas muka bumi ini adalah masjid . boleh laku di atas ibadah shalat . " , " tetapi karena biasa kita hanya mau shalat di masjid saja kalau lagi ada di tempat umum , maka seringkali orang - orang malah tidak shalat sekali . tentu hal itu rupa buat yang salah dan keliru . " , " para ulama di dunia benar sudah seringkali diskus tentang masalah yang anda tanya . bahkan mereka sudah sampai ke tingkat bagaimana shalat di kutub , di mana matahari malah sama sekali tidak terbit untuk waktu yang lama . dan juga balik , terkadang matahari selalu muncul panjang bulan . " , " kaji tentang hal itu sudah pernah kami tulis di sini , silah klik di link ikut " , " sedang bagaimana anda shalat , benar cara atur hukum masih tidak masalah . yang masalah adalah dalam laksana , yang seperti potong - motong waktu tidur . " , " tanya anda tentang ada dalil yang boleh menjama ' shalat maghrib dan isya ' karena masalah sebut , rasa kami belum dapat rujuk dari ulama atau mujtahid tentu yang kata boleh atau tidak boleh . mungkin hal itu jadi karena batas ilmu dan wawas kami . " , " namun kalau kita acu kepada kitab - kitab fiqih , dari semua syarat boleh menjama ' shalat , kita pun tidak temu dapat yang kata bahwa jadwal shalat yang ' beranta ' seperti itu boleh kita menjama ' . " , " sehingga asumsi kami , ketika anda kata bahwa ada ulama dari turki atau negeri lain yang kata hal itu , tentu rupa hasil ijtihad yang tidak lazim dan keluar dari biasa ijtihad para ulama fiqih . " , " tentu saja kita perlu lebih hati - hati dalam masalah ijtihad seperti ini . kata kita boleh bertaqlid kepada orang ahli ijtihad , namun biar bagaimana pun kita juga perlu erti dalil dan landas syariah yang guna . " , " atau tidak , kita juga harus tahu dengan pasti , siapa yang dapat seperti itu . sehingga kita bukan dar ikut - ikut , tapi memang benar - benar punya ikut . kalau ada apa - apa , ada yang bisa kita tunjuk hidung . dan sosok ikut itu harus nyata dan tegas , bukan anonim . " , " dan tentu , orang yang ijtihad seperti itu harus orang yang punya kapasitas di dalam ilmu fiqih . ilmu yang memang urus masalah ijtihad fiqhiyah . dan tidak semua orang arab itu ahli fiqih . bahkan tidak semua orang yang kuliah di universitas islam adalah ahli fiqih . tidak semua yang gelar lc adalah ahli fiqih . " , " sementara ini , kami dapat bahwa seperti anda memang masih harus tunduk dengan atur jadwal shalat . persis seperti yang lama ini sudah anda laku . " , " kalau pun mau siasat , anda perlu latih untuk tidur yang potong - potong . tidur lalu bangun , lalu tidur lalu bangun lagi lalu tidur lagi dan begitu . dan jam alarm bisa jadi buah teman setia . " , " jadi anda bisa saja mulai tidur sejak jam 20 . 00 , begitu tiba waktu maghrib yang anda bilang jam 21 . 00 , maka anda bangun untuk shalat maghrib . lalu silah tidur lagi . begitu masuk waktu isya ' yang anda kata jam 22 . 30 , silah bangun sebentar untuk dar shalat isya ' . " , " dan ketika masuk waktu shubuh yang anda bilang jam 02 . 00 itu , bangun dan shalat shubuh . telah itu silah tidur lagi dan bangun jam berapa saja , misal jam 06 . 00 " , " dengan demikian , butuh waktu tidur anda tetap cukup , kecuali dar tidak laku sunnah ( biasa ) nabi saw yang tidak tidur kecuali telah shalat isya ' . " , " namun tentu tidak mengapa bila biasa nabi saw itu tidak anda laku , ingat beliau saw tidak tinggal di austria , bukan ? bayang , anda beliau saw tinggal di negeri seperti yang sekarang ini anda tinggal , maka boleh jadi beliau pun akan laku hal yang sama seperti yang anda laku . ini hanya mungkin , toh kenyat beliau tidak pernah tinggal di negeri itu . "
